Review Buku : Muda Berdaya Karya Raya oleh Fahd Pahdepie
Judul : Muda Berdaya Karya Raya!
Penulis :
Fahd Pahdepie
Rate :
3,5/5
Konon, fase terberat dalam hidup adalah usia dua puluhan. Jika seseorang
berhasil melewati fase ini dengan baik, hidup akan baik-baik saja hingga akhir.
Jika gagal, segalanya menjadi lebih berat lagi di fase berikutnya.
Di usia 20-an dan awal 30-an, setiap orang mengalami krisis hebat.
Tentang penemuan jati diri. Tentang menjadi cocok dengan lingkungan. Tentang
menemukan kompas untuk melangkah ke masa depan. Sementara kita sibuk di antara
dilema: bersenang-senang atau bekerja keras? Pacaran dulu atau menikah saja?
Bekerja atau berwirausaha? Memanjakan diri atau berinvestasi? Lebih penting
membahagiakan diri sendiri dulu atau orangtua dan keluarga?
Orang
menyebut fase ini sebagai krisis perempat usia. Quarter
life crisis. Buku ini tak memberimu cara menjalaninya. Sebab kamulah tuan
bagi dirimu sendiri. Melalui buku ini, Fahd Pahdepie bercerita dan mengajak
kita melihat betapa serunya melewati fase hidup yang menegangkan ini. Fahd
mengajak kita membuktikan diri, bahwa kita: MUDA. BERDAYA. KARYA RAYA!
Buku ini merupakan kumpulan sekilas cerita kehidupan si Penulis. Di awal
dengan setitik cerita masa kecilnya,perjalanannya untuk mewujudkan cita –cita dan
mimpinya., dan membahagiakan orang – orang dicintainya. Ada beberapa tulisan
yang paling melekat di kepalaku yaitu
cerita tentang masa kecil si Penulis, mengenai ibunya yang selalu
mengingatkannya untuk sholat hingga dia kesal sendiri, dan ketika ia melihat
seorang maling dipukuli warga. Beberapa tulisan itu membuatku semakin
menyadari, aku beruntung. Maka seharusnya aku berjuang.First Impression,memang
sangat berpengaruh. Ga hanya sama orang tapi
terkadang dengan barang juga.
Jujur yang membuat aku tertarik memegang buku ini adalah warna sampulnya yang
kuning namun tak sakit di mata dan desainnya yang unik. Dan yang meyakinkanku
untuk membelinya adalah sinopsis yang ada disampul belakang. Saat itu, memang aku memerlukan sesuatu untuk
membuka kembali mata dan pikiranku. Buku ini, membuatku semakin bersyukur atas
hidupku sekarang. Namun, bukan berarti aku tak berbuat apapun untuk masa depan.
Karena aku, kamu, dan kita adalah pemuda
yang berdaya dan karya raya.
“Jangan mencari tahu apa yang akan terjadi besok.
Hidup tak menarik lagi jika kita sudah tahu rahasia yang disimpan hari besok.” - Fahd Pahdepie

Comments
Post a Comment