Review Buku : Muda Berdaya Karya Raya oleh Fahd Pahdepie





Judul            : Muda Berdaya Karya Raya!
Penulis         : Fahd Pahdepie
Penerbit       : Republika
Diterbitkan : Maret 2019
Rate             :  3,5/5
Konon, fase terberat dalam hidup adalah usia dua puluhan. Jika seseorang berhasil melewati fase ini dengan baik, hidup akan baik-baik saja hingga akhir. Jika gagal, segalanya menjadi lebih berat lagi di fase berikutnya.                                                                                            
Di usia 20-an dan awal 30-an, setiap orang mengalami krisis hebat. Tentang penemuan jati diri. Tentang menjadi cocok dengan lingkungan. Tentang menemukan kompas untuk melangkah ke masa depan. Sementara kita sibuk di antara dilema: bersenang-senang atau bekerja keras? Pacaran dulu atau menikah saja? Bekerja atau berwirausaha? Memanjakan diri atau berinvestasi? Lebih penting membahagiakan diri sendiri dulu atau orangtua dan keluarga?                                                                                                                               
Orang menyebut fase ini sebagai krisis perempat usia. Quarter life crisis. Buku ini tak memberimu cara menjalaninya. Sebab kamulah tuan bagi dirimu sendiri. Melalui buku ini, Fahd Pahdepie bercerita dan mengajak kita melihat betapa serunya melewati fase hidup yang menegangkan ini. Fahd mengajak kita membuktikan diri, bahwa kita: MUDA. BERDAYA. KARYA RAYA!

Buku ini merupakan kumpulan  sekilas cerita kehidupan si Penulis. Di awal dengan setitik cerita masa kecilnya,perjalanannya untuk mewujudkan cita –cita dan mimpinya., dan membahagiakan orang – orang dicintainya. Ada beberapa tulisan yang  paling melekat di kepalaku yaitu cerita tentang masa kecil si Penulis, mengenai ibunya yang selalu mengingatkannya untuk sholat hingga dia kesal sendiri, dan ketika ia melihat seorang maling dipukuli warga. Beberapa tulisan itu membuatku semakin menyadari, aku beruntung. Maka seharusnya aku berjuang.First Impression,memang sangat berpengaruh. Ga hanya sama orang tapi  terkadang dengan barang  juga. Jujur yang membuat aku tertarik memegang buku ini adalah warna sampulnya yang kuning namun tak sakit di mata dan desainnya yang unik. Dan yang meyakinkanku untuk membelinya adalah sinopsis yang ada disampul belakang.  Saat itu, memang aku memerlukan sesuatu untuk membuka kembali mata dan pikiranku. Buku ini, membuatku semakin bersyukur atas hidupku sekarang. Namun, bukan berarti aku tak berbuat apapun untuk masa depan. Karena aku, kamu, dan kita adalah  pemuda yang berdaya dan karya  raya.

“Jangan mencari tahu apa yang akan terjadi besok. Hidup tak menarik lagi jika kita sudah tahu rahasia yang disimpan hari besok.” - Fahd Pahdepie

Comments